Topik Terkini

Pakai BPJS, Begini Curhat Warga Bukit Kemuning dan Lampung Barat Diminta Bayar Transfusi Darah Berobat di Rumah Sakit Medika Insani

Mitralampung.com, Lampung Utara – Beberapa waktu lalu, Dika Apriansyah warga Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara membawa keluarganya ke Rumah Sakit Medika Insani untuk mengecek kondisi istrinya sehabis menjalani operasi di Rumah Sakit Handayani usai melahirkan.

Ia datang dengan orang tuanya yang saat itu, istrinya mengeluhkan rasa sakit akibat usai menjalani operasi, bahkan mengalami pendarahan di bagian bekas operasi.

Dika yang memanfaatkan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mendapat pelayanan di rumah sakit, kembali harus membayar alat-alat kesehatan pendukung untuk operasi dan transfusi darah untuk kebutuhan pengobatan istrinya, karena akan kembali dilakukan oprasi ulang

Ia menceritakan, saat itu ia minta ke petugas kesehatan untuk melakukan pengecekan terhadap istrinya yang sehabis oprasi malah merasakan nyeri dibagian luka operasi karena mengeluarkan darah.

Tak berselang lama saat menjalani pengobatan, lalu petugas menyampaikan bahwasanya, istrinya harus transfusi darah. dalam transfusi darah tersebut, keluarga pasien harus tetap membayar karena tidak dijamin oleh BPJS.

“Alasannya karena harus tetap membayar kata petugas kesehatan, transfusi darah tidak ditanggung oleh BPJS. Jadi satu kantong darah saya harus membayar Rp 750 ribu dan alat-alat kesehatan pendukung semacam, materai, alat pencukur dan lainnya, saya harus membayar Rp 150 ribu,” ujar Dika Jum’at, 16 Mie 2025.

Hal senada juga diungkapkan oleh keluarga pasien warga asal Kelurahan Fajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Rohman sahadi yang membawa orang tuanya rujukan berobat ke rumah sakit Medika Insani.

Rohman mengatakan, dirinya harus kembali mengeluarkan biaya untuk kebutuhan pengobatan orang tuanya, salah satunya untuk transfusi darah. Menurutnya, pengertian menggunakan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah semuanya sudah digratiskan.

“Saya baru tau juga, kalo beli darah tidak ditanggung atau termasuk dalam BPJS dan tidak bekerjasama dengan pihak PMI. Jadi keluarga harus tetap membayar untuk pembelian darah sebesar Rp 490 ribu per kantong. Orang tua saya berobat habis 2 kantong darah,” terang Rohman.

Hingga berita ini ditayangkan, tim kru media ini masih menggali keterangan resmi dari pihak yang berkompeten.

Related Articles

Back to top button