Topik Terkini

Kualitas Dinilai Buruk, Proyek Jalan Padang Cermin–Simpang Teluk Kiluan Rp9,8 M Diduga Jadi Bancakan

Mitralampung.com, Pesawaran – Proyek rekonstruksi jalan di ruas Padang Cermin–Simpang Teluk Kiluan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang menelan anggaran sebesar Rp9,8 miliar lebih, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, kualitas hasil pekerjaan dinilai buruk dan tidak sesuai harapan.

Pekerjaan jalan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa CV. Ganesha Mandala Karim dan diawasi oleh CV. Lofinsa Sejahtera ini seharusnya menjadi solusi infrastruktur untuk menunjang akses menuju kawasan wisata unggulan Teluk Kiluan. Namun, warga mengeluhkan kualitas cor jalan yang tampak asal-asalan dan berpotensi cepat rusak.

Salah satu warga setempat, Rudi (37), mengaku kecewa melihat hasil pembangunan tersebut. “Baru saja selesai dicor, sudah banyak yang retak. Ini jalan bukan buat tahan bertahun-tahun, malah kayak proyek asal jadi,” katanya, Selasa (29/7/2025).

Dari papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini berasal dari APBD Provinsi Lampung dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. Nilai kontrak mencapai Rp9.828.738.075, namun hasil yang ditunjukkan di lapangan dinilai tidak mencerminkan anggaran sebesar itu.

Beberapa pihak juga menuding proyek ini berpotensi menjadi “bancakan” alias ajang bagi-bagi keuntungan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Terlebih, tidak adanya pengawasan ketat dari dinas teknis di lapangan menambah kecurigaan publik.

Aktivis pemuda setempat meminta agar Inspektorat Provinsi Lampung dan Kejaksaan Tinggi turun langsung untuk mengaudit proyek ini. “Ini uang rakyat. Kalau kualitas buruk seperti ini, harus diusut. Jangan sampai proyek strategis dijadikan lahan korupsi,” ujar Dedi, salah satu tokoh pemuda Padang Cermin.

Sementara itu, pihak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kualitas pekerjaan yang buruk tersebut.

Warga berharap, proyek ini segera dievaluasi ulang sebelum benar-benar menjadi kerugian negara dan mencoreng wajah pembangunan di Lampung.

(Tim)

Related Articles

Back to top button